GAMBARAN UMUM

PENJELASAN SINGKAT

Rencana strategis Biro Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Darussalam Gontor, atau disebut dengan BAUK UNIDA Gontor, merupakan suatu proses dalam menentukan strategi atau arahan dalam pengambilan keputusan serta pengalokasian sumber daya guna mencapai tujuan BAUK UNIDA Gontor. Perencanaan ini berkaitan dengan arah perumusan pengembangan BAUK UNIDA Gontor di masa yang akan datang, langkah – langkah dalam mencapai sasaran baik jangka panjang maupun jangka pendek.

Rencana strategis merupakan suatu alat manajemen yang digunakan untuk mengelola kondisi saat ini untuk dilakukan proyeksi kondisi di masa yang akan datang. Seringkali rencana strategis dirumuskan dalam waktu kerja 5 sampai 10 tahun yang akan datang.

Rencana strategis BAUK UNIDA Gontor 2021 – 2025 merupakan turunan dari renstra UNIDA Gontor dan visi misi BAUK UNIDA Gontor. Hal ini diharapkan bahwa seluruh sivitas akademika dapat merealisasikan program kegiatan dalam kondisi ideal di masa depan yang ingin dicapai. Dalam pertimbangannya, rencana strategis ini dilengkapi oleh analisis isu lingkungan, lingkungan eksternal, dan lingkungan internal. Renstra BAUK UNIDA tahun 2021 – 2025 adalah dokumen yang menggambarkan kondisi perbaikan yang akan dilakukan pada 5 tahun yang akan datang. Oleh karenanya, berkaca pada renstra UNIDA Gontor tahun 2021 – 2025, renstra BAUK UNIDA menitikberatkan pada National Standardized University atau daya saing secara nasional. Pada tahap ini, UNIDA Gontor berfokus pada produktivitas dan daya saing luarannya, baik hasil riset, hasil pengabdian, maupun daya saing para alumninya di kancah nasional. Hal tersebut dalam rangka menjadikan UNIDA Gontor perguruan tinggi Islam yang bermutu dan berarti yang merupakan amanat Piagam Penyerahan Wakaf Pondok Modern tahun 1958.

TUJUAN RENCANA STRATEGIS

Rencana Strategis BAUK UNIDA Gontor periode 2021-2025 dirumuskan untuk menjadi panduan bagi seluruh personel di lingkungan BUAK UNIDA Gontor dalam rangka pencapaian visi UNIDA Gontor menjadi universitas bersistem pesantren yang bermutu dan berarti, sebagai pusat pengembangan Ilmu Pengetahuan yang berorientasi pada Islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer dan sebagai pusat kajian bahasa al-Qur’an untuk kesejahteraan umat manusia.

Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, Pimpinan BAUK, dengan seluruh organya sebagai pelaksana adaministratif, harus menerjemahkan Rencana Strategi ke dalam Rencana Operasional yang implementatif, koheren, realistik, yang kemudian dilaksanakan secara konsisten. Untuk mendukung hal itu, di samping menjadi panduan pelaksanaan program dan kegiatan, renstra juga harus menjadi panduan pelaksanaan monitoring dan evaluasi. Dengan demikian, capaian-capaian program harus senantiasa diselaraskan dengan target dan indikator capaian yang diharapkan.

SISTEMATIKA RENCANA STRATEGIS

Renstra BAUK UNIDA Gontor 2021-2025 terdiri atas tujuh bab. Pada bagian awal setelah Pendahuluan, Visi, Misi, dan Tujuan BAUK UNIDA Gontor disajikan evaluasi pelaksanaan Renstra BAUK UNIDA Gontor 2016- 2020 untuk memberikan gambaran tentang capaian kinerja selama lima tahun terakhir. Program-program yang telah tuntas maupun yang belum sepenuhnya terealisasi digambarkan secara utuh namun ringkas pada bagian ini. Selanjutnya, analisis terhadap kondisi nyata berupa potensi yang dimiliki BAUK UNIDA Gontor serta peluang dan tantangan yang berada pada lingkungan eksternal BAUK UNIDA Gontor disajikan pada bagian keempat.

Pada bagian ini, analisis dilakukan terhadap faktor-faktor yang menjadi tantangan (threats) UNIDA GONTOR di masa yang akan datang, peluang (opportunities) yang tersedia dan diyakini dapat diperoleh oleh lembaga ini, kelemahan (weaknesses) yang dimiliki dan harus diperbaiki sehingga tidak menjadi kendala dalam upaya mewujudkan visi dan misi UNIDA GONTOR, serta kekuatan (strength) dalam memanfaatkan peluang. Hasil analisis ini dijadikan dasar perumusan strategi, kebijakan, dan program.

Pada Renstra ini pula ditunjukkan model koordinasi yang harus dilakukan dalam implementasi setiap kebijakan dan program. Model koordinasi ini disajikan dalam bentuk penjelasan tentang unit penanggung jawab implementasi kebijakan, sehingga koordinasi yang harus dilakukan oleh masing-masing unit yang ada menjadi jelas. Selanjutnya pada renstra ini disajikan model monitoring dan evaluasi menjadi alat dalam mengawal proses serta mengukur hasil-hasil yang dicapai.

GAMBARAN UMUM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.